Posts

Showing posts with the label politik

ISIS "ditangkal"? Koq nggak "dibasmi" sekalian?

Sekilas bahasa "Tangkal" mungkin terkesan "cemen" ataupun "banci". Dan mungkin beberapa menyesalkan kenapa nggak memakai kata "basmi". Tapi aku pribadi rasa kata "Tangkal" adalah tepat. Kiranya izinkan aku sedikit panjang-lebar menjelaskan, kalau berkenan. --- Beberapa waktu lalu ada teman di Twitter yang berkilah, "apakah kalian siap berdemokrasi? Karena siap berdemokrasi bukannya siap menerima perbedaan pendapat. Tapi siap menerima kritik." Temanku mengutarakan di atas ini dalam konteks yang berbeda, memang. Yaitu dalam hal "menghormati pendapat yang berbeda (atas nama demokrasi)", yaitu kasus ketika seorang selebritis mengatakan di Twitter, "rindu jaman Orba dan sekaligus kewibawan Bung Karno". Seorang selebritis yang walaupun di bawah umur, namun pendapatnya ini adalah tidak disetujui. (Dengan cukup keras bahkan, kalau nggak mau dikatakan kasar). Jadi kalau kita memandang ISIS sebagai sebuah p...

Jokowi bukan nabi. Aku bukan memilih nabi.

Jokowi bukan nabi. Aku bukan memilih nabi. Aku memilih pekerja. Pekerja yang bersemangat, tidak cepat menyerah, terbuka pada kritikan, pun optimis pula. Dia bisa gagal, oh tentu saja, karena Jokowi bukan seorang nabi. Nabi-nabi aja seringkali gagal, apalagi Jokowi. Tapi Jokowi juga ada kemungkinan berhasil, terutama bila didukung oleh banyak dari kita. Syukur-syukur oleh kita semua. Mudah-mudahan yang memilih Prabowo, juga bukan sedang mencari nabi. Bukan sedang mencari ratu adil. Dan juga yang memilih untuk tidak memilih, semoga tidak sedang memilih untuk menyerah pada kekecewaan. --- Kecewa. Sebuah keyakinan. Kecewa adalah sebuah kebenaran. Kecewa adalah lepas tangan. Kecewa adalah pintar, karena tidak kecewa adalah bodoh. Maka bodohlah semua yang berharap. Bila berhenti berharap adalah pintar, maka pintarnya adalah pintar berbohong. Untuk kebohongan, hanya ada satu kata: Lawan! --- Karena suka-nggak-suka, mau-nggak-mau, Indonesia akan mendapatkan presiden baru 9 Ju...

Pilih Jokowi, lepas jilbab?

Image
#JokowiAdalahKita #salam2jari #ogahdibohongi #pintarpilih2 T: Kok bisa-bisanya ya mereka suruh copot jilbab kalau pilih Jokowi? J: Karena mereka yang menyuruh lepas jilbab merasa memiliki kewenangan untuk menetapkan arti Islam bagi orang lain, dan bagi mereka memilih Jokowi berarti bukan Islam. Pola logika yang sudah tidak bisa lagi membedakan antara partai politik dengan religi. Pola pikir mereka menjadi represif dan intoleran. Mereka yang biasa mencampuradukkan antara pluralisme dan pluralitas kemudian menyatakan bahwa Bhinneka adalah asing. Musyrik. Bisa sampai mengatakan bahwa Pancasila bukan Indonesia. Iya. Ada yang pikirannya seperti ini. Syukur belum semua. Jangan sampai.

Prabowo-Jokowi sama saja, di-beking-i Orba?

Image
#JokowiAdalahKita #salam2jari #ogahdibohongi #pintarpilih2 T: Dibelakang Jokowi sama saja. Malahan mantan pemerintahan orba. Ada Wiranto cs. Ada pak JK. Sudahlah jangan cemen J: Daripada ada PKS yang anti Bhinneka Tunggal Ika, anti keberagaman, dan sudah lama minta KPK dibubarkan, ada Prabowo yang tidak setuju dengan demokrasi, ada Hatta Rajasa yang merusak ekonomi negara, ada Aburizal Bakrie yang selalu menghindar dari tanggung jawab lumpur Lapindo, ada Suryadharma Ali yang tersangka korupsi dana haji, ada Amien Rais yang selalu menggulingkan siapapun pemimpin yang didukungnya, dan semuanya sepakat untuk memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto, mementahkan perjuangan anti otoritarianisme tahun 98. Ini bukan memilih yang sempurna karena tidak ada satupun yang sempurna. Ini memilih yang terbaik di antara pilihan yang ada. Memilih yang mengerti aspirasi masyarakat. Memilih yang terbukti bekerja dan bisa diminta pertanggungjawaban. Memilih yang transparan, terbuka, yang lebih ba...

Pemilu 2014, hak politik

Image
Gw merasa cukup beruntung, secara hak politik, tahun ini gw nggak menjadi golput administratif... Golput prinsipil juga bukan dosa sih, dan aku pribadi juga hormati hak politik tersebut. Semoga pemerintahan Indonesia ke depan bisa lebih lagi pro-kebebasan berkeyakinan, pro-usaha kecil-menengah, pro-agraria, pro-energi alternatif, pro-hak minoritas, dan pro-kebebasan berpendapat. ...dan pro-HAM juga, tentunya. --- Satu isu yang banyak terjadi: banyak yang menjadi "Golput Administratif" karena statusnya sebagai "anak rantau"; mungkin ini juga bisa menjadi catatan bagi KPU ke depan, baik dalam hal kebijakan/ 'policy'  ataupun dalam hal metodologi sosialisasi ke para pemilih.... ---  

Wisata Waisak 2013

Hmm, berapa hari ini lagi banyak blog post ditulis tentang bagaimana wisata Waisak ke Borobudur mengganggu kekhusukan ibadah.... Berarti aku sendiri udah nggak perlu lah ya menulis tentangnya? :)) (Lagian aku sendiri juga nggak di sana saat kejadian....) --- Sempat juga aku membaca sebuah Tweet ide bagus: festival Waisak dan ibadah Waisak dilaksanakan pada dua hari yang berbeda....

Para "Capres" Itu....

Image
Via Facebook Page "IKOHI Indonesia" : Para "Capres" itu keluar dari rahim yang sama. Rahim yang menghancurkan Indonesia! Dan kita tidak mungkin mengulanginya, karena kita ingin Indonesia yang lebih baik, lebih berkeadilan, berkemakmuran dalam perdamaian yang nyata! Mereka dulu satu partai made in Soeharto. Sekarang yang tidak menguasai tampuk kepemimpinan partai. Mereka mendirikan partai sendiri dan menjadi ketua umumnya. Apakah mereka itu bisa disebut politikus yang negarawan atau politikus yang pengusaha. Politik itu seperti dagang mana yang laku dijual dan mana yang laku dibeli rakyat. --- Menurutku sih, setiap individu memiliki hak untuk mengajukan diri ataupun diajukan calon presiden. Lepas dari latar belakang, masa lalu, ataupun kemampuan kepemimpinan dan administratif riil. Tinggal tergantung--dalam sistem demokrasi yang berkeadilan dan berkemanusiaan--Warga Negara memilih siapa yang menjadi presiden mereka. Kalau kata seorang teman sih, "We ...

Tentang penghapusan subsidi BBM Premium

Image
Aku setuju subsidi BBM Premium diperkecil. Karena subsidi Premium lebih sering disalahgunakan kelas menengah ke atas daripada dimanfaatkan kelas ekonomi marjinal. Aku lebih setuju subsidi BBM Premium dialihkan ke subsidi transportasi umum. Bukan hanya di Jakarta, tapi juga antarkota. Selain tentunya juga kendaraan niaga.

Empat Persoalan Besar di Papua - VivaNews

Image
Empat Persoalan Besar di Papua  —  " Pertama ,  gagalnya penerapan otonomi khusus, terutama di bidang kesejahteraan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Kedua ,  adanya diskriminasi dan marjinalisasi terhadap masyarakat asli Papua.  Ketiga ,  adanya perasaan traumatis dari sebagian masyarakat Papua sebagai akibat tindakan represif aparat di masa lalu yang tak pernah diselesaikan secara tuntas.  Keempat ,  masih terdapatnya perbedaan persepsi tentang integrasi Papua ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Penentuan Pendapat Rakyat tahun 1969," — VivaNews mengutip Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Tubagus Hasanuddin (F-PDI) Pendapat saya pribadi, biar bagaimanapun Mako Tabuni kini telah terbunuh, bukan oleh regu tembak hasil keputusan pengadilan hukum yang berdaulat, namun mati di jalanan. Ini telah menambah satu lagi polemik dalam rentetan panjang ketidakjelasan hukum di Papua Barat. Satu lagi, mengutip  George Darroch  ...

Marlboro Red Rush "Kembali ke UUD '45"

Image
Foto salah satu  billboard   yang mempromosikan produk rokok putih Marlboro, dalam kampanye Marlboro Red Rush , yang telah ditambahkan dengan tulisan, "Kembali ke UUD '45" menggunakan cat semprot/ pylox . Foto diambil di depan Taman Ismail Marzuki, Jakarta,  sekitar pertengahan April 2012.  

lantang suara

"Bisumu menandakan setujumu." -Plato Kalau kau tidak setuju fundamentalisme sempit penuh kekerasan menjadi norma agama-agama di Indonesia, suarakan. Kalau kau tidak setuju Indonesia eksklusif milik pemeluk salah satu agama saja, suarakan. Kalau kau tidak setuju Indonesia hanya milik mereka yang bermodal besar, suarakan. Kalau kau setuju bahwa Indonesia layak kita perjuangkan bersama, bahwa Indonesia adalah rumah kita bersama, suarakan. Jangan bungkam suara-suara yang berbeda; lantangkan suaramu lebih jelas. Syukur-syukur suara-suara berbeda bisa saling memperkaya…

"membentengi generasi dari sepilis"

Image
Kemarin pagi (Senin, 26 Maret 2012), aku ketemu spanduk ini di jalan... Negara kita gamang; Republik Indonesia seolah belum bisa menentukan pikirannya, apakah ia negara Theistik atau negara sekuler... jangankan hingga tingkat Undang-Undang Dasar/Konstitusi, Dasar Negara yaitu Pancasila pun...

kemkominfo-deppen; kiri-kanan...

Rasanya tadinya Kemkominfo ingin difungsikan seperti Deppen dulu; sayang eksekusinya kurang um, rapih… Paradigma pengendalian informasi demi keamanan; serta pembentukan persepsi & opini publik sesuai Kepentingan Negara… Di kampus-kampus kaum kanan-tengah cukup mampu menyetir opini; koq sepertinya di tingkat Negara agak tumpul? Atau… "Air tak beriak tanda arus dalam…" Dulu banget, di kampus juga gitu: di kantin dan selasar-selasar anak2 kiri yang paling keren bin heboh; yang menang, tetap kanan juga… Mendukung kebebasan berkumpul & berpendapat; menyangsikan efektifitasnya menahan pergerakan harga minyak, & ekonomi, dunia…

Falasi "Tong Kosong"

Musuh terbesar demokrasi di Indonesia adalah falasi "Tong Kosong Nyaring Bunyinya." Kenapa? Karena antara "kekosongan tong" dan "nyaringnya bunyi" *tidak* berhubungan. Sebab walau benar bahwa sebuah "tong kosong" bila berbunyi akan berbunyi cukup nyaring, sebaliknya bila berbunyi nyaring *belum tentu* ia adalah tong kosong. Ketika diidentikkan bahwa "berbunyi nyaring" adalah sama dengan menjadi "tong kosong," maka engganlah banyak orang Indonesia, untuk bahkan sama sekali bersuara. --Jakarta, 15 Maret 2011, di tengah kemacetan. Pertama direkam sebagai sebuah voice-note di HP.

terjebak politik ikan basi...

Politik ikan tutup koran... Gak heran basi :( Yang bener tuh [ktgwsi] betulin dulu yang bisa dibetulin, kalau banyak yang rusak mah sudah pasti. Jangan mau disibukkan jaga pencitraan. Kata orang: "Those who mind don't matter, those who matter don't mind." Pemerintah terjebak strategi politik pencitraannya sendiri... --- "No president should fear public scrutiny... for from that scrutiny comes understanding." -JFK

Anak Orba ngayal "Beyond the Imagined State"

#pengakuan Dulu waktu gw SD, bokap tanya gw, "Kamu kalau bisa memilih, mau pilih apa?" Gw jawab, "Golkar! Karena mereka berpengalaman." (Bokap tertawa waktu itu, gak tau tapi apa tawa senang, prihatin, atau tawa apa...) ...waktu itu gw yakin banget sama jawaban gw. Gw juga tambahkan, PDI kerjaannya berantem internal mulu. Dan PPP fundamentalis. (Itu waktu gw masih SD, lho :p) (SD kelas 6 kalau nggak salah; atau udah SMP ya? agak-agak lupa...) Kalau sekarang mah... gw lagi demen mikir Beyond the Imagined State. (masih ngayal naif juga sih, hehe :p) --- #PenjelasanSingkat "Beyond the Imagined State" itu maksudnya mengacu pada teorinya Benedict Anderson, bahwa Negara itu hanyalah hasil imajinasi sosial kolektif belaka; kurang lebih "...a product of the social imagination." Agak mengacu anarkisme? Dalam artian anti pemerintahan formal? Oh, belum tentu. ;) Lebih jelasnya silahkan tanya Mbah Gugel sama para ahli ilmu sosial serta kenegaraan. Jangan t...

Woro-woro Monarki

Monarki absolut itu, kalau kepala negaranya bisa menyetir arah negaranya secara absolut, efektif, dan meyakinkan. Republik Indonesia bukan monarki. Boro-boro. Lihat aja pemimpinnya xD Nah pertanyaannya, satu bentuk monarki seperti apakah yang cocok bagi satu bangsa Indonesia? Bila ada? Dan apa perlu? Kalau kita mau melangkah bersama, kita perlu mencari melampaui republikanisme, sosialisme, ataupun monarki, anarki sekalipun. ...Melihat jauh, hingga yang terlihat adalah yang di dalam. #ktgwsi Terpicu ramainya topik Monarki hari ini di ranah Twitter hari ini, gara-gara satu komentar SBY... Jakarta, 30 Nopember 2010 --- Indonesia is a Salad Bowl, not a Melting Pot (gado-gado gitu lho...) -- Berbagai sumber

Trisakti, oleh Bung Karno

17. Bung Karno tlh mewariskan landasan Trisakti:kedaulatan politik, berdikari dlm ekonomi & berkepribadian dlm budaya #kebangkitan — Budiman Sudjatmiko (@budimandjatmiko) August 31, 2010 Tweet di atas adalah oleh Budiman Sudjatmiko, mantan Tapol era Soeharto, salah satu pendiri Partai Rakyat Demokratik, serta sekarang Anggota DPR dari PDIP mewakili daerah pemilihan... umm... Lamongan ya? (sori lupa :0) Aku dulu pernah dengar sih istilah Trisakti, terkadang juga suka disebut Trisila, tapi aku lupa melulu apa tiga pasalnya... Dan inilah dia. Semoga aku tidak lupa... lagi :o) --- update: 2 Desember 2010: Sekilas menurutku, Trisakti lebih matang daripada Pancasila... tapi dua-duanya perlu diolah lebih matang sih, bagaimanapun...

Kirik Bendera Digital... Ceritanya

Image
Tiba-tiba gw mengangkat tangan aja lho pas komandan bilang, "Hormat, 'grak!" Kepalang tanggung, gw diemin aja sampai "Indonesia Raya" kelar. Padahal gw baru nonton sekarang barusan, pk 18:02, bukan tadi pagi pk 10:00 di indonesiaoptimis.org ... Taulah... Semoga Tuhan membimbing kita semua untuk bisa "Mengisi Kemerdekaan" dengan benar... update 2 Desember 2010 : Koq, apa website indonesiaoptimis.org nggak jadi launching? Udah berapa bulan ini? Wah, kurang optimiskah Indonesia?

WAHAI PEMUDA MANA TELURMU? oleh Sutardji Calzoum Bachri

Sajak SCB:WAHAI PEMUDA MANA TELURMU?1. Apa gunanya merdeka/Kalau tak bertelur/Apa guna bebas/Kalau tak menetas?/ bersambung — Sutardji C Bachri (@StardjiCalzBach) August 7, 2010 WAHAI PEMUDA MANA TELURMU? oleh Sutardji Calzoum Bachri Apa gunanya merdeka Kalau tak bertelur Apa guna bebas Kalau tak menetas? Wahai bangsaku Wahai pemuda Mana telurmu? Kepompong menetaskan kupukupu Kuntum mengantar bunga Putik memanggil buah Buah menyimpan biji Biji menyimpan mimpi menyimpan pohon dan bungabunga Uap terbang menetas awan mimpi jadi sungai pun jadi menetas jadi hakekat lautan Setelah kupikir pikir manusia itu ternyata burung berpikir Setelah kurenung renung manusia ternyata burung merenung Setelah bertafakur Tahulah aku Manusia harus bertelur Burung membuahkan telur Telur menjadikan burung Ayah menciptakan anak Anak melahirkan ayah Wahai para pemuda Menetaslah kalian Lahirkan lagi Bapak bagi bangsa ini! Ayo Garuda Mana telurmu? Menetaslah ...