Posts

"membentengi generasi dari sepilis"

Image
Kemarin pagi (Senin, 26 Maret 2012), aku ketemu spanduk ini di jalan... Negara kita gamang; Republik Indonesia seolah belum bisa menentukan pikirannya, apakah ia negara Theistik atau negara sekuler... jangankan hingga tingkat Undang-Undang Dasar/Konstitusi, Dasar Negara yaitu Pancasila pun...

kemkominfo-deppen; kiri-kanan...

Rasanya tadinya Kemkominfo ingin difungsikan seperti Deppen dulu; sayang eksekusinya kurang um, rapih… Paradigma pengendalian informasi demi keamanan; serta pembentukan persepsi & opini publik sesuai Kepentingan Negara… Di kampus-kampus kaum kanan-tengah cukup mampu menyetir opini; koq sepertinya di tingkat Negara agak tumpul? Atau… "Air tak beriak tanda arus dalam…" Dulu banget, di kampus juga gitu: di kantin dan selasar-selasar anak2 kiri yang paling keren bin heboh; yang menang, tetap kanan juga… Mendukung kebebasan berkumpul & berpendapat; menyangsikan efektifitasnya menahan pergerakan harga minyak, & ekonomi, dunia…

Pantas-tidaknya Amarah Dipertunjukkan…

Renungan pribadi di pagi ini: Kala Anda berhak untuk marah, tidaklah lantas bijak untuk mempertunjukkannya… Bila Anda memang ingin mempertunjukkan amarah Anda, renungkanlah tujuannya: apakah untuk "kemajuan", atau membentuk "dominasi", atau justru sekedar "kejantanan"? :)) Selamat Pagi, selamat menjalankan ibadah Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1934 bagi yang menjalankan, dan semoga semua perenungan masing-masing kita menghasilkan kebijaksanaan dan kebajikan :D

Dahlan Iskan dan "Ketegasan" Pemimpin

Bila Anda mengikuti berita Internet beberapa hari lalu Anda mungkin sempat mendengar bagaimana Menteri BUMN Dahlan Iskan "mengamuk" di Gerbang Semanggi Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta. Hari ini bahkan Peter Gontha sempat memulai semacam "gerakan" untuk mendukung Dahlan Iskan sebagai presiden (seperti dapat dibaca di artikel salingsilang.com ini. ) Sebenarnya tak ada komentar yang dapat aku tambahkan kepada "fenomena" mengamuk ini, dan bagaimana ia menjadi begitu "heboh" di Twitter dan forum-forum Internet lainnya, bahkan ke media konvensional. Mungkin Indonesia sedikit-banyak merindukan ketegasan kepemimpinan negara; terkesima dengan tindakan berdampak nyata… (walau sesaat…)

Monty Tiwa tentang Film Nasional

Saat film nasional lahir, film itu adl milik kalian: bebas utk dicintai, dicaci, dimaknai. Apapun itu. Tp milik kalian. Jng biarkan hilang. — monty tiwa (@montytiwa) February 18, 2012 Saat film nasional lahir, film itu adalah milik kalian: bebas untuk dicintai, dicaci, dimaknai. Apapun itu. Tapi milik kalian. Jangan biarkan hilang. Yang sering kita lupa, keindahan film nasional... adalah ada identitas kita sebagai bangsa di situ. Untuk diabadikan. Untuk generasi berikut. Bahkan di film-film horor ecek-ecekpun. Merekam bagaimana kita adalah bangsa yan percaya mistis. Ada karakter-karakter hansip, kunti dsb. Absurd tapi ya inilah kita. Bayangkan... 100 tahun lagi... generasi Indonesia yang ingin tahu detail kehidupan moyangnya, mereka cukup nonton film yang kini di bioskop. --- Parafrase dari beberapa Tweet gubahan Monty Tiwa, medio Februari 2012. Sedikit dilebarkan dan "diatur" tatabahasanya, berhubung di sini tidak dibatasi 140 karakter...

Indonesian Cinema at Berlinale 2012

Image
INDONESIAN CINEMA AT BERLINALE 2012 Dear Friends of Indonesian Cinema,  Indonesia is proud to present the following Indonesian films to be screened at the Berlinale 2012 European Film Market.

Tentang Resital Tunggal Boo Boo Sianturi oleh @danrem

Image
Jakarta, 29 Januari 2012 - pertama diterbitkan oleh pemilik akun twitter @danrem . Diterbitkan ulang dengan seizin Beliau. (Dimuat di sini sambil menunggu approval dari kultuit.tumblr.com hehe :p) Update 6 Februari 2012 - harian  The Jakarta Globe memuat berita liputan konser Boo Boo dalam Bahasa Inggris. Ya sudah, kalau tersinggung. Mari kita ngobrol yg lain. Malam ini sempat saksikan seorang anak muda utk pertama kali bermain musik di Jkt. Anak muda 22 th. Ginastera 'Boo Boo' Sianturi untuk pertama kali resital di Jkt, malam ini ia bermain solo gitar di Gedung Kesenian. Dalam usia 16 th Boo Boo memutuskan utk tidak melanjutkan SMA utk terbang ke Michigan dan memperdalam permainan gitar-nya. Beruntung ibu dan ayah nya mendukung keputusan Boo Boo. Dg semangat itu dia diterima di Interlochen dan kemudia Royal Academy di London. Kembali ke Boo Boo, ibunya Maya Tamara dan ayahnya Serano, Ph.D lulusan MIT yg sekarang mengajar di Cambridge. Mereka mendukung dia. Baik...