Posts

Empat Persoalan Besar di Papua - VivaNews

Image
Empat Persoalan Besar di Papua  —  " Pertama ,  gagalnya penerapan otonomi khusus, terutama di bidang kesejahteraan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Kedua ,  adanya diskriminasi dan marjinalisasi terhadap masyarakat asli Papua.  Ketiga ,  adanya perasaan traumatis dari sebagian masyarakat Papua sebagai akibat tindakan represif aparat di masa lalu yang tak pernah diselesaikan secara tuntas.  Keempat ,  masih terdapatnya perbedaan persepsi tentang integrasi Papua ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Penentuan Pendapat Rakyat tahun 1969," — VivaNews mengutip Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Tubagus Hasanuddin (F-PDI) Pendapat saya pribadi, biar bagaimanapun Mako Tabuni kini telah terbunuh, bukan oleh regu tembak hasil keputusan pengadilan hukum yang berdaulat, namun mati di jalanan. Ini telah menambah satu lagi polemik dalam rentetan panjang ketidakjelasan hukum di Papua Barat. Satu lagi, mengutip  George Darroch  ...

Marlboro Red Rush "Kembali ke UUD '45"

Image
Foto salah satu  billboard   yang mempromosikan produk rokok putih Marlboro, dalam kampanye Marlboro Red Rush , yang telah ditambahkan dengan tulisan, "Kembali ke UUD '45" menggunakan cat semprot/ pylox . Foto diambil di depan Taman Ismail Marzuki, Jakarta,  sekitar pertengahan April 2012.  

lantang suara

"Bisumu menandakan setujumu." -Plato Kalau kau tidak setuju fundamentalisme sempit penuh kekerasan menjadi norma agama-agama di Indonesia, suarakan. Kalau kau tidak setuju Indonesia eksklusif milik pemeluk salah satu agama saja, suarakan. Kalau kau tidak setuju Indonesia hanya milik mereka yang bermodal besar, suarakan. Kalau kau setuju bahwa Indonesia layak kita perjuangkan bersama, bahwa Indonesia adalah rumah kita bersama, suarakan. Jangan bungkam suara-suara yang berbeda; lantangkan suaramu lebih jelas. Syukur-syukur suara-suara berbeda bisa saling memperkaya…

"membentengi generasi dari sepilis"

Image
Kemarin pagi (Senin, 26 Maret 2012), aku ketemu spanduk ini di jalan... Negara kita gamang; Republik Indonesia seolah belum bisa menentukan pikirannya, apakah ia negara Theistik atau negara sekuler... jangankan hingga tingkat Undang-Undang Dasar/Konstitusi, Dasar Negara yaitu Pancasila pun...

kemkominfo-deppen; kiri-kanan...

Rasanya tadinya Kemkominfo ingin difungsikan seperti Deppen dulu; sayang eksekusinya kurang um, rapih… Paradigma pengendalian informasi demi keamanan; serta pembentukan persepsi & opini publik sesuai Kepentingan Negara… Di kampus-kampus kaum kanan-tengah cukup mampu menyetir opini; koq sepertinya di tingkat Negara agak tumpul? Atau… "Air tak beriak tanda arus dalam…" Dulu banget, di kampus juga gitu: di kantin dan selasar-selasar anak2 kiri yang paling keren bin heboh; yang menang, tetap kanan juga… Mendukung kebebasan berkumpul & berpendapat; menyangsikan efektifitasnya menahan pergerakan harga minyak, & ekonomi, dunia…

Pantas-tidaknya Amarah Dipertunjukkan…

Renungan pribadi di pagi ini: Kala Anda berhak untuk marah, tidaklah lantas bijak untuk mempertunjukkannya… Bila Anda memang ingin mempertunjukkan amarah Anda, renungkanlah tujuannya: apakah untuk "kemajuan", atau membentuk "dominasi", atau justru sekedar "kejantanan"? :)) Selamat Pagi, selamat menjalankan ibadah Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1934 bagi yang menjalankan, dan semoga semua perenungan masing-masing kita menghasilkan kebijaksanaan dan kebajikan :D

Dahlan Iskan dan "Ketegasan" Pemimpin

Bila Anda mengikuti berita Internet beberapa hari lalu Anda mungkin sempat mendengar bagaimana Menteri BUMN Dahlan Iskan "mengamuk" di Gerbang Semanggi Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta. Hari ini bahkan Peter Gontha sempat memulai semacam "gerakan" untuk mendukung Dahlan Iskan sebagai presiden (seperti dapat dibaca di artikel salingsilang.com ini. ) Sebenarnya tak ada komentar yang dapat aku tambahkan kepada "fenomena" mengamuk ini, dan bagaimana ia menjadi begitu "heboh" di Twitter dan forum-forum Internet lainnya, bahkan ke media konvensional. Mungkin Indonesia sedikit-banyak merindukan ketegasan kepemimpinan negara; terkesima dengan tindakan berdampak nyata… (walau sesaat…)