Posts

FPI 'ancam' segel BNKP Bandung

Gereja BNKP Jemaat Bandung kemarin sore (11 Jan. 2013) didemo FPI, mereka ingin bubarkan gereja dengan alasan izin pemda sudah tidak diperpanjang lagi. Gereja BNKP Jemaat Bandung sudah berdiri puluhan tahun. Warga Nias Kristen Protestan sudah lama di sana dengan rukun di tengah masyarakat. Bila benar FPI semata hanya ingin menegakkan Islam bagi warga Muslim, kenapa FPI masih melarang ibadah agama lain? Bagaimana cerita masyarakat tidak menganggap FPI organisasi preman, ketika sebagian anggotanya tidak terkendali seperti ini? Kali ini Gereja Nias. Lain kali? Gereja Kristen Pasundan? FPI ingin Islamkan seluruh Tanah Pasundan? Atau, mau seluruh Indonesia sekalian? Indonesia itu bangsa beragam. Ini bukan ekses modernisasi, kita sudah beragam dari jaman Majapahit-Sriwijaya.

mereka berhak tau....

Image
"Apa yang terjadi setelah terbunuhnya 6 jenderal adalah dibantainya 600.000 orang. Aku ingin 600.000 orang ini juga punya monumen, bukan hanya 6 orang jenderal ini...." Lepas dari isu "whitewashing" sejarah & kekejaman PKI, aku rasa juga perlu diwaspadai "whitewashing" terhadap dosa-dosa Soeharto. Dan inilah pentingnya rekonsiliasi nasional. Agar kita bisa benar-benar belajar dari sejarah-sejarah kita, Bangsa Indonesia, yang paling kelam, dan bisa lebih sigap untuk mencegahnya terulang kembali... /video via  +Danu Prayoga , melalui sebuah diskusi di thread -nya  +Riyogarta P  tentang film "Jagal" karya sutradara Joshua Oppenheimer .

Kelakarku sering menyinggung perasaan.

Image
Kelakarku sering menyinggung perasaan. Terus terang aku nggak terlalu heran sih. Pola pikirku memang bisa dibilang tidak terlalu "konformis" dengan "jalur-jalur" yang telah "ditetapkan" oleh "Masyarakat" Indonesia secara luas... Pun kantong-kantongnya, yang mulai terbentuk atas sekat-sekat "komunitas"... (kalau nggak mau dibilang "suku, agama, dan ras.") Bukan, aku nggak merasa sebagai seorang yang tau segalanya melebihi apa yang diketahui masyarakat. Sebaliknya, aku sangat merasa nggak tau apa-apa. Dan sudah berulangkali terbukti, aku nggak tau apa-apa. Makanya aku enggan bersuara. Secara terbuka. Tapi suara-suara dalam hati ini, adalah suara-suara nyata. Dan nggak bisa aku pendam begitu saja. Maka pun aku bersuara di sini. Tapi disinipun aku masih menyinggung perasaan. Ah sudahlah. Ketawa saja :)) [/terus belajar] [/terus instropeksi diri] Kartun karya The Konyol di Facebook. Sumber:  http://goo.gl/3IDyZ ...

Aku nggak kecewa(-kecewa amat) sama SBY...

Image
...Tapi terus terang aku nggak terlalu kecewa sama Beliau, paling nggak ya nggak sampai kecewa mati; dengan dia di- heckle habis-habisan bahkan sama 'mantan' pendukungnya, keren juga dia belum mati stress :)) #eh Terbukti Indonesia masih belum bubar juga. Walau sikap intoleran ekstremis makin merebak. Walau nyinyir perbedaan ekonomi makin gencar. Walau sikap anti persatuan atas nama anti konformitas makin nge- hits . Walau Pancasila semakin dianggap sampah. Walau semua semakin dalam menggali lobang persembunyian zona nyaman, peduli setan orang lain wong diri sendiri saja belum aman nyaman. Nggak lah. Aku nggak berhak menghakimi. Aku pun nggak tau apa-apa. Aku nggak minta panggung, apalagi minta didengar. Karyaku nggak ada yang nyata satupun bagi Bangsa dan Negara. Aku cuma ngebacot doang. Aku basi. Aku sadar aku basi. Silahkan benci aku. Silahkan benci Bangsa dan Negara juga, kalau mau. …Oh apa, aku salah kira? Bagus! :D Jakarta, 7 Oktober 2012

Periuk Nasi-isme.

Periuk Nasi-isme. Sebuah satuan moral yang absolutist sekaligus absurd. Ganggu periuk nasi orang lain, maka darahmu halal. Tak ada yang lebih suci dan tak boleh tersentuh selain periuk nasi. Bahkan rasa keadilanpun "bersumber" dari periuk nasi. Bahkan nyawa manusiapun "bersumber" dari periuk nasi. Ya, periuk nasi lebih suci dari nyawa manusia. Dan tentulah dengan demikian, periuk nasi lebih suci dari rasa keadilan. Lebih suci dari rasa persaudaraan. Lebih suci dari keilahian. Kau ganggu periuk nasiku, darahmu halal. Kuganggu periuk nasimu, darahku halal. Homo homini lupus. [Howl]

Empat Persoalan Besar di Papua - VivaNews

Image
Empat Persoalan Besar di Papua  —  " Pertama ,  gagalnya penerapan otonomi khusus, terutama di bidang kesejahteraan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Kedua ,  adanya diskriminasi dan marjinalisasi terhadap masyarakat asli Papua.  Ketiga ,  adanya perasaan traumatis dari sebagian masyarakat Papua sebagai akibat tindakan represif aparat di masa lalu yang tak pernah diselesaikan secara tuntas.  Keempat ,  masih terdapatnya perbedaan persepsi tentang integrasi Papua ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Penentuan Pendapat Rakyat tahun 1969," — VivaNews mengutip Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Tubagus Hasanuddin (F-PDI) Pendapat saya pribadi, biar bagaimanapun Mako Tabuni kini telah terbunuh, bukan oleh regu tembak hasil keputusan pengadilan hukum yang berdaulat, namun mati di jalanan. Ini telah menambah satu lagi polemik dalam rentetan panjang ketidakjelasan hukum di Papua Barat. Satu lagi, mengutip  George Darroch  ...

Marlboro Red Rush "Kembali ke UUD '45"

Image
Foto salah satu  billboard   yang mempromosikan produk rokok putih Marlboro, dalam kampanye Marlboro Red Rush , yang telah ditambahkan dengan tulisan, "Kembali ke UUD '45" menggunakan cat semprot/ pylox . Foto diambil di depan Taman Ismail Marzuki, Jakarta,  sekitar pertengahan April 2012.