In my honest opinion ujaran DC gak perlu ditanggapi. Sama seperti ujaran ngawur Tirto kemarin soal " kitab Maryam " maupun "kitab Filipus" gak perlu ditanggapi. Tapi bagus kalau itu membuat kita lebih semangat mempelajari sejarah Gereja & sejarah pemilihan tanggal 25 Desember dengan lebih mendalam dan lebih tepat. Pencari sensasi jangan pernah dikasih panggung dengan cuma-cuma. Tapi semangat belajar, bagus untuk terus dipelihara. Tabik. 🙏 Menanggapi FB post Brigaldo Sinaga: "Kepada Deddy Corbuzier"
Popular posts from this blog
gombal sms
[teman] 13:49 : allow siang boz..pakbr?boz punya puisi yg keren ga?blz *teman* [ferdi] 13:52 : Hwalah.. puisi.? Temanya mau ap ni? Atau puisi cinta umum aj? [teman] 13:55 : puisi cinta boz...mudah-mudahan bsok dah ada *barang* ...ntar klo dah ada gw kasih kabar"haturthanku arigato ...waktu berselang... [teman] 14:04 : boz lg tapa yah...ko lama yah puisinya...thank u [ferdi] 14:06 : gw lagi di jln, koleksi gw di rmh. Butuh buru2 ya? [teman] 14:07 : asal asalan aja deh boz'puisinya ...waktu berselang... [ferdi] 14:12 : Siapakah engkau, wahai Perempuan? Maukah engkau bukakan sekilas pintu hatimu? Izinkan kulihat sanubarimu, agar dapat kubuat engkau bersinar dan bersinar lagi ...waktu berselang... [teman] 14:17 : kereeeennn banged puisinya...thank u boz [ferdi] 14:20 : Wah masa' sih keren bgt? Thx jg lah kalo gt.. Beneran baru gw karang lho barusan, n asli asal2an:) paling gw kepikirannya pasti nih puisi dipakenya buat pdkt catatan redaksi: Percakapan SMS ini terj...
ISIS "ditangkal"? Koq nggak "dibasmi" sekalian?
Sekilas bahasa "Tangkal" mungkin terkesan "cemen" ataupun "banci". Dan mungkin beberapa menyesalkan kenapa nggak memakai kata "basmi". Tapi aku pribadi rasa kata "Tangkal" adalah tepat. Kiranya izinkan aku sedikit panjang-lebar menjelaskan, kalau berkenan. --- Beberapa waktu lalu ada teman di Twitter yang berkilah, "apakah kalian siap berdemokrasi? Karena siap berdemokrasi bukannya siap menerima perbedaan pendapat. Tapi siap menerima kritik." Temanku mengutarakan di atas ini dalam konteks yang berbeda, memang. Yaitu dalam hal "menghormati pendapat yang berbeda (atas nama demokrasi)", yaitu kasus ketika seorang selebritis mengatakan di Twitter, "rindu jaman Orba dan sekaligus kewibawan Bung Karno". Seorang selebritis yang walaupun di bawah umur, namun pendapatnya ini adalah tidak disetujui. (Dengan cukup keras bahkan, kalau nggak mau dikatakan kasar). Jadi kalau kita memandang ISIS sebagai sebuah p...
Comments