In my honest opinion ujaran DC gak perlu ditanggapi. Sama seperti ujaran ngawur Tirto kemarin soal " kitab Maryam " maupun "kitab Filipus" gak perlu ditanggapi. Tapi bagus kalau itu membuat kita lebih semangat mempelajari sejarah Gereja & sejarah pemilihan tanggal 25 Desember dengan lebih mendalam dan lebih tepat. Pencari sensasi jangan pernah dikasih panggung dengan cuma-cuma. Tapi semangat belajar, bagus untuk terus dipelihara. Tabik. 🙏 Menanggapi FB post Brigaldo Sinaga: "Kepada Deddy Corbuzier"
Popular posts from this blog
segala penting...
Tentulah kita bisa sepakat bahwa tidak semua hal itu penting. Karena bila semua hal adalah penting maka semua hal juga sama-sama tidak penting. Namun juga, tidak berarti bila semua hal yang terpikirkan adalah penting. Karena kalau semua yang kita ingat adalah penting, kita akan harus secara sadar/'conscious' mengatur memasukkan dan membuang setiap titik koma yang masuk ke otak kita. Bisa gila kita. ___ Jadi gimana caranya, kalau Semuanya Penting? Ya bagi-bagi tugas lah. Personil yang kita punya, kita masing-masing menentukan konsentrasi masing-masing. Masing-masing tempatkan konsentrasi utama pada bidang utamanya. Kita bantu tugas sesama anggota tim, tapi prioritas kita masing-masing harus menjadi konsentrasi masing-masing. Dan masing-masing tim Hormati prioritas masing-masing. Karena kalau gak bagi tugas, kemudian semua anggota berusaha mengerjakan semua hal yang Penting.... ya, kita manusia bertangan dua, bukan bertangan delapan. ___ Nggak mau dibantah? Ya sudah...
ISIS "ditangkal"? Koq nggak "dibasmi" sekalian?
Sekilas bahasa "Tangkal" mungkin terkesan "cemen" ataupun "banci". Dan mungkin beberapa menyesalkan kenapa nggak memakai kata "basmi". Tapi aku pribadi rasa kata "Tangkal" adalah tepat. Kiranya izinkan aku sedikit panjang-lebar menjelaskan, kalau berkenan. --- Beberapa waktu lalu ada teman di Twitter yang berkilah, "apakah kalian siap berdemokrasi? Karena siap berdemokrasi bukannya siap menerima perbedaan pendapat. Tapi siap menerima kritik." Temanku mengutarakan di atas ini dalam konteks yang berbeda, memang. Yaitu dalam hal "menghormati pendapat yang berbeda (atas nama demokrasi)", yaitu kasus ketika seorang selebritis mengatakan di Twitter, "rindu jaman Orba dan sekaligus kewibawan Bung Karno". Seorang selebritis yang walaupun di bawah umur, namun pendapatnya ini adalah tidak disetujui. (Dengan cukup keras bahkan, kalau nggak mau dikatakan kasar). Jadi kalau kita memandang ISIS sebagai sebuah p...

Comments